Wednesday, 30 November 2016

#SaveNKRI dan #NKRIHargaMati






Gara-gara ngeblog terus ketemu presiden? Atau gara-gara Aho* terus bisa ketemu presiden?
Haha, entahlah..

Tanggal 14 November kemarin, kami para penggiat sosial media dari Semarang, Solo dan Yogya diundang secara spesial untuk bertemu Presiden.
Dalam rangka apa?
“Aku juga nggak begitu jelas sih..” itu jawaban mas Asmari, induk semang kami di grup wasap. (((Induk semang))) :D
Meski begitu, kami teteup lho heboh mau ketemu Presiden. Sebagai bloger daerah, kesempatan ini tentu bukanlah kesempatan yang tiap bulan bisa nongol. Apalagi untuk bloger remahan rengginang di pojokan kaleng Khong Gu*n kayak saya. Sayang sekali jika harus dilewatkan. Ye kan?
Read More

Menikmati Sensasi Mie Kekinian di Warunk Upnormal


Warunk Upnormal tampak depan
Para AGS alias anak gaul Semarang tentu sudah tahu bahwa akhir bulan September kemarin ada sebuah kedai makanan baru yang membuka cabangnya di kota Semarang. Adalah Warunk Upnormal, sebuah kedai makanan yang berpusat di Bandung. Warunk Upnormal sendiri membawa konsep makan mie instan dengan cara anak muda yang sangat kekinian. Tidak perlu khawatir untuk kalian yang ga suka menu mie instan. Ada juga menu jajanan lain seperti roti bakar, pancake bahkan menu berat semacam nasi beef, fish atau nasi goreng pun tersedia. Karena segmen yang dituju adalah anak muda, dekorasi dari kedai ini pun sangat eye catching, istilah anak sekarang sangat instagramable lah :D
Read More

Monday, 17 October 2016

Review Film: Wonderful Life




Sutradara               : Agus Makkie
Penulis Skenario   : Jenny Jusuf

Produser                : Angga Dwimas Sasongko, Handoko Hendroyono, Rio Dewanto

Pemain                   : Atiqah Hasiholan, Alex Abbad, Lydia Kandou, Sinyo



Film bergenre drama keluarga ini menceritakan tentang kehidupan seorang ibu tunggal bernama Amalia. Ia bekerja sebagai salah satu CEO di sebuah perusahaan periklanan di Jakarta. Lia memiliki seorang anak lelaki bernama Aqil, berusia 8 tahun yang sering bermasalah dengan pelajaran sekolahnya. Bersama Aqil, Lia tinggal juga dengan orang tuanya. Sang nenek sangat sayang pada Aqil. Namun sang kakek keberatan dengan kondisi Aqil yang disebutnya sebagai anak yang penyakitan.

Read More

Wednesday, 21 September 2016

Nongkrong di Starbucks, Bukan Hanya Tentang Kopi



Malam ini Semarang hujan deras. Kalau adem-adem gini enaknya emang ngopi sambil nyemil yang anget dan manis. Iya, sebagai seorang mantan pecandu kopi agak susah juga ngilangin kebiasaan lama ngopi. Apalagi sejak hamil, beuh, keinginan kadang susah disingkronkan dengan logika dan apesnya didukung oleh lingkungan sekitar. “Ngidam harus diturutin lho, kalau enggak entar anaknya ileran”. Kemudian idiom itu jadi pembenaran keinginan emaknya yang aneh-aneh. Gapapa lah, once in a month :D
Read More

Monday, 5 September 2016

Liburan Asik Tanpa Panik bersama Sunlife Financial


Pantai Karanggongso Trenggalek Jatim
Liburan yuuk...!

Rasanya di dunia ini tidak ada satu orangpun yang tidak antusias saat berbicara tentang liburan. Lihat saja postingan netizen di sosial media. Mayoritas isinya tentang liburan bukan? Sebagian besar kita menganggap liburan identik dengan berkunjung ke tempat yang jauh dan memakan waktu yang lama. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Liburan tidak harus ke luar negeri, ke luar pulau atau ke luar kota. Liburan bisa di dalam kota atau bahkan di taman dekat rumah. Yang pasti, liburan haruslah membahagiakan. Sayang sekali sudah meluangkan waktu, uang dan tenaga untuk berlibur, tapi hati tidak bahagia. Perasaan bahagia sebelum, saat dan sesudah liburan harus ada!

Read More

Friday, 26 August 2016

Senangnya Berkirim Paket dengan JNE



 
gambar dari http://www.jne.co.id/en/home

“Pakeeettt...!”

Asyikkk!!! Suara mas-mas JNE itu begitu merdu di telinga. Akhirnya paket yang ditunggu datang juga. Kemarin pagi memang ibu mengabarkan akan mengirimkan makanan. Keren ih, baru sehari sudah sampai. Ibu memang suka sekali mengirimkan sesuatu buat saya. Apalagi sejak tahu anaknya ini hamil. Ibu tidak pernah absen memantau asupan makanan yang saya makan. Setiap saya cerita soal makanan, pasti kurang dari tiga hari akan tiba paket berisi makanan yang saya maksud. Mulai dari jajanan kering semacam keripik tempe, alen-alen ataupun keripik sukun bahkan ibu pernah beberapa kali mengirimkan buat saya daun kelor fresh from the kebon! Mentang-mentang kantor JNE-nya ada di sebelah rumah. Hehehe :)
 Selain kiriman dari ibu, kiriman paket yang sering saya terima adalah dari online shop. Di jaman ini, berbelanja secara online menjadi pilihan berbelanja yang mudah, praktis dan menghemat waktu. Buku, pakaian, sepatu, tas, gadget dan produk perawatan kulit adalah beberapa produk yang beberapa kali saya beli secara online.

Urusan perpaketan yang berkesan salah satunya adalah saat mencoba peruntungan menjadi dropshipper untuk suatu produk sandal dan sepatu. Sebagai pemain baru tentu banyak kebingungan yang saya alami. Apalagi jika terkait dengan penelusuran paket produk yang sudah dikirim. Tak jarang menghadapi pelanggan yang rewel terkait paket yang dikirim. Omelan pelanggan yang tak sabar menunggu paketnya sampai hingga keluhan karena mereka tidak bisa melakukan penelusuran paket meski no resi sudah dikirim. 

Tampilan aplikasi My JNE

Namun seiring berjalannya waktu masalah yang dulunya membuat saya ciut nyali menjadi hal yang lumrah dihadapi. Apalagi sejak saya berkenalan dengan aplikasi My JNE. Di aplikasi tersebut, kita dapat menelusuri paket yang kita kirim atau paket yang akan kita terima dengan cukup mudah. Selain itu, kita juga bisa melakukan pengecekan tarif terupdate untuk pengiriman ke kota yang kita tuju. Tentu ini sangat bermanfaat untuk para penjual online untuk menyampaikan jumlah ongkos kirim yang perlu dibayarkan oleh pembeli.

Fasilitas lain yang saya sukai dari JNE adalah adanya layanan PESONA (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara). Fasilitas ini menyediakan produk makanan khas daerah di Indonesia yang biasanya sulit untuk dikirim. Karena mudah rusak atau basi. Sekarang saya sudah tidak bingung lagi kalau ada teman atau saudara dari luar kota yang ingin menikmati yummy nya Bandeng Juwana, tahu bakso atau Lunpia Semarang. Kirim pakai PESONA JNE saja! 
Kabar baik lainnya adalah kantor pusat JNE Semarang yang baru akan buka di dekat rumah, di Jalan Kumudasmoro Tengah No 5, belakangnya FIF Pamularsih.  Konon bangunan yang rencananya berlantai 4 ini akan jauh lebih besar daripada kantor lamanya di Jalan Kyai Saleh. Dengan tersedianya 14 cash counter di kantornya yang baru, diharapkan akan mampu melayani pelanggan JNE secara lebih optimal. Sebandinglah dengan pertumbuhan pelanggannya yang selama Januari-Juli 2016 saja sudah menyentuh 25-30%. Menurut info dari sumber yang terpercaya pula, lantai 4 dari gedung baru JNE Semarang akan didedikasikan untuk para pelaku UKM. Sebagai bentuk rasa terimakasih JNE kepada para pelaku UKM sebagai pelanggan utama customer retailnya. Cihuy bingitts!
Dengan seabrek keunggulan itu, tentu kini tidak perlu lagi ragu untuk menggunakan layanan JNE dalam hal pengiriman paket. Masih ragu? Sila kontak akun twitter resmi JNE di @JNE_ID. Adminnya baik kok. Ganteng lagi. Siapa tahu masih jomblo, ye kan?! :p

Read More