Wednesday, 30 November 2016

#SaveNKRI dan #NKRIHargaMati






Gara-gara ngeblog terus ketemu presiden? Atau gara-gara Aho* terus bisa ketemu presiden?
Haha, entahlah..

Tanggal 14 November kemarin, kami para penggiat sosial media dari Semarang, Solo dan Yogya diundang secara spesial untuk bertemu Presiden.
Dalam rangka apa?
“Aku juga nggak begitu jelas sih..” itu jawaban mas Asmari, induk semang kami di grup wasap. (((Induk semang))) :D
Meski begitu, kami teteup lho heboh mau ketemu Presiden. Sebagai bloger daerah, kesempatan ini tentu bukanlah kesempatan yang tiap bulan bisa nongol. Apalagi untuk bloger remahan rengginang di pojokan kaleng Khong Gu*n kayak saya. Sayang sekali jika harus dilewatkan. Ye kan?

Pengamanan Ketat dan Foto Bareng Bu Menteri
Bertempat di Ballroom Hotel Gu**ya, kami sudah diinstruksikan untuk kumpul jam 17.30. Nggak bisa langsung masuk karena undangan kami dibawa mas Asmari yang mana orangnya lagi ribet ngurusin di dalam. Rame lah para bloger yang mayoritas perempuan itu menghujani ponsel mas Asmari dengan pesan whats app, telpon dan semacamnya. *Sabar ya Mas, cewek emang gitu.. :D
Untunglah sebelum kemarahan para wanita ini memuncak, yang ditunggu muncul juga. Pemeriksaan awal dengan metal detector standar hotel bintang lima masih ditambah geledah manual sampai segala isi tas bawaan diaduk-aduk. Wajar sih, pengamanan buat presiden gitu lho.
Berhasil masuk, kami digiring menuju meja registrasi untuk dapat kaos dan snack. Kaosnya harus dipakai ya!
Jam menunjukkan pukul 19.30 tapi belum ada tanda-tanda kami diperbolehkan masuk ke ballroom. Usut punya usut di ballroom tersebut sebenarnya Presiden sedang menerima kedatangan para kiai dan ulama di wilayah seputar Semarang. Owalah..
Sing enom ngalah lah ya..
Beruntung kami sempat bertemu dengan beberapa menteri yang ikut hadir. Karena saya ngefans-nya sama Bu Menlu, saya minta foto nya ya beliau dongs. Seperti dugaan, Bu Retno Marsudi sangat ramah melayani kami yang minta foto bersama. Beliau menyapa kami dengan bahasa Jawa halus. Ih, makin sukaaakk..



Kuliah Singkat Geopolitik dan #SaveNKRI
Tepat pukul 20.00 yang mana molor 1 jam dari rencana akhirnya kami dipersilahkan menuju ballroom di lantai 2. Tidak ada barang bawaan apapun yang boleh dibawa masuk, termasuk alat komunikasi dan kamera. Setelah makan malam sekedarnya atau bagi yang sempet ngemil dessert, kami diajak pindah ke ruang sebelah untuk duduk lesehan bertemu Presiden.
Bersama beberapa menteri, presiden menyinggung sejenak tentang kondisi Indonesia saat ini. Kalau kalian nonton acara ILC di tv nya bang ONE yang judulnya “Setelah 411” kurang lebih yang disampaikan oleh Presiden adalah menebalkan kuliah geopolitik yang disampaikan Jendral Gatot. Kemudian beliau juga menyampaikan pentingnya penjagaan persatuan dan kesatuan NKRI. Meyakinkan pada kami penggiat sosial media untuk tidak mudah termakan provokasi dan berita-berita hoax yang banyak beredar. Selebihnya diadakan sharing dan dialog dengan peserta terkait isu-isu yang berkembang di masyarakat. Banyak aspirasi yang disampaikan kepada Presiden.
Secara pribadi, saya melihat wajah lelah dari Presiden. Mungkin kejadian akhir-akhir ini sangat menyita perhatian, waktu dan pemikiran beliau. Tapi itulah harga yang harus dibayar oleh seorang pemimpin. Saya berdoa tulus untuk Bapak Presiden. Semoga Allah selalu menuntun Bapak. Menunjukkan dengan jelas mana kebaikan dan mana keburukan. Menguatkan Bapak untuk tetap berpihak pada rakyat Bapak, yang tulus mencintai Bapak, bukan yang berpura-pura menyanjung tapi menjebak.
Teruslah berjuang untuk bangsa dan negeri ini Pak Presiden, kami, orang-orang muda yang mewarisi negeri ini pun tak rela jika negeri ini tercerai berai. 


#saveNKRI dan #NKRIhargamati

2 comments: