Bersama Foodies Surabaya Masak Bareng Finna


Saya adalah penggemar berat acara masak-memasak. Beberapa waktu yang lalu saat salah satu stasiun tivi swasta menayangkan program Masterchef, saya ga pernah ketinggalan satu episode pun. Kebiasaan setelah nonton kemudian adalah berhayal suatu saat nanti ikutan gabung di acara itu. Padahal masak air aja sering gosong. Kedengaran halu?
Iya. Banget. Huahahaha.

Sampai kemudian,

"Flo, ayok melok lomba masak!"
 
Ajakan dari mbak Grensy yang datang tiba-tiba. Tanpa berpikir panjang saya iyakan saja. Seru nih kayaknya orang yang ga bisa masak kayak saya ikutan lomba. Sungguh terlalu.
Drama dimulai ketika pasangan yang sangat saya andalkan alias ibuk tercinta mendadak membatalkan, ga mau ikut. Katanya mau takziyah ke temennya. Tapi setelah saya dapat pasangan pengganti malah ibuk yang paling semangat mau ikut nonton.

Ibuk demam panggung.
Plis deeehhh.

Meski ga jadi sama ibuk, saya tetep jadi ikutan lomba. Pasangannya? My partner in crime since a long time ago, Tria. Bukan karena dia jago masak, tapi dialah yang paling gampang diprovokasi terutama untuk hal-hal yang rada ajaib. Termasuk ikut lomba masak. 
*Suwun ya Ndul..  

Namapun pengalaman masak cuma senin kamis, kami melongo begitu tahu bahwa ini lombanya serius, Ceu. Bukan sekelas lomba masak antar RT kalau pas Agustusan. Jurinya aja Kak Jiewa yang punya @inijie dan Chef Ken!
Iyaaa, Chef Ken yang ituuu. Alumninya Masterchef Indonesia. Lhadalah... Ini serius sodara-sodara!

"Elu sih, pake acara nyebut-nyebut Masterchef segala. Beneran deh yang jadi juri alumninya.. "
Yee, dia ngomel *lirik si Tria.


Kompetisi pun dimulai. Dengan menempati meja no 2 yang mana itu paling depan dan di tengah makin bikin kami tambah minder. Ibarat kata posisi menentukan prestasi, posisi kami ini jelas ga banget. 

Begitu mysteri box dibuka, kami menemukan beragam bahan yang lumayan bikin pusing gimana ngawininnya. Setelah beberapa lama mikir dan beradu argumen sambil cekakakan, akhirnya kami sampai pada tekad mulia: cemplungkan saja semua bahan pada wajan

Sebuah tekad yang andai ibuku di belakang tahu pasti membuat beliau malu. Pelajaran memasak yang selama ini beliau ajarkan gagal total

Drama selanjutnya adalah saat menyadari ada yang salah dengan sutil kami. Sutilnya leleh dan nempel di ayam yang sedang kami goreng!
Sambil celingak celinguk persis kayak maling mau beraksi saya tutup hasil gorengan ayam dengan tisu banyak-banyak. 

"Itu kenapa ayamnya?"

Kok ya pas adegan itu ada kak Jiwa di sebelahku. 

"Ini, buat ngilangin sisa minyak, hehe.. "

Padahal aslinya sekalian sambil nyungkil lelehan sutil warna item yang nempel di ayam goreng

Bersyukur sekali sambal Finna ini memang juwara enaknya. Masakan ajaib kami terselamatkan oleh enaknya sambel bawang Finna. Ga tanggung-tanggung, setengah botol sukses masuk wajan



Ga heran saat sesi penjurian komentar chef Ken begini,

"Enak sih, tapi pedese gendheng... "

Sesuai dong dengan judul yang diusung: SAMBEL AYAM PEDAS BAWANG FINNA
Sudahlah sambel, pedes pula. Hehehe.

Sesuai dengan prediksi, kami tentu saja tidak menang. Tapi pengalaman lomba masak ini tentu jadi sangat berharga buat kami. Seruuuu banget!

Terima kasih sekali untuk Finna, kak Jiewa @inijie dan Chef Ken.

Paling enggak saya jadi tahu begini rasanya jadi para kontestan Masterchef kalau lagi masak di station. Dih, masterchef lagi. Emang beneran pengen ikutan?
Haha, enggak deh. Ga jadi aja. Saya nyerah.
Wkwkwkwk 

Bagimu Negeri Kami Berbagi, Sebuah Persembahan dari Prudential untuk Indonesia




Wajah-wajah mereka terlihat bahagia dengan tawa lebar tersungging di sana. Sesekali mereka bahkan saling bergurau dan berpose untuk foto. Dengan gaya yang ajaib kadang alay, khas anak remaja. Namun sejurus kemudian kesadaran membawa saya kembali dan membuat saya menghela napas. Mereka berbeda.

Selamat datang di Lapas Anak Pria Tangerang.