Wednesday, 21 September 2016

Nongkrong di Starbuck, Bukan Hanya Tentang Kopi



Malam ini Semarang hujan deras. Kalau adem-adem gini enaknya emang ngopi sambil nyemil yang anget dan manis. Iya, sebagai seorang mantan pecandu kopi agak susah juga ngilangin kebiasaan lama ngopi. Apalagi sejak hamil, beuh, keinginan kadang susah disingkronkan dengan logika dan apesnya didukung oleh lingkungan sekitar. “Ngidam harus diturutin lho, kalau enggak entar anaknya ileran”. Kemudian idiom itu jadi pembenaran keinginan emaknya yang aneh-aneh. Gapapa lah, once in a month :D

Hari Sabtu tanggal 10 September kemarin akhirnya saya masuk lagi ke salah satu kedai kopi di Mall Paragon, Semarang. Starbuck. Setelah hampir 3 tahun. Akhirnya pertahanan jebol juga. Hahaha *MenertawakanKegagalan:D

Coffee or Tea, Tuna Pie and Chicken Pie
Cinnamon Rolls and Choco Croissant
Begitu tiba, kami disambut dengan tawaran kopi atau teh hangat dan dipersilakan mencicipi beberapa jenis kue yang tersedia. Special. Hari itu Starbuck sedang menggelar relaunching outletnya. Mengusung konsep industrial dan homey, outlet Starbuck ini nampak makin cantik. Suasana di dalam terasa redup dan hangat namun tetap nyaman. Dinding kaca yang mengelilingi outlet juga dibuat sedemikian hingga suara-suara dari luar tidak dapat masuk ke dalam ruangan. Jadi nongkrong di dalam tidak akan terganggu dengan kebisingan suara dari luar outlet. Maklum, outlet Starbuck di Mall Paragon ini terletak di dekat hall utama yang sering dipakai sebagai tempat event-event digelar. Hari itu ada gladi resik penampilan lomba piano. Terbukti kebisingan tidak terdengar kok dari dalam outlet. Sip!
Coffee Cherry

Di salah satu sisi dinding ada sebuah ukiran yang mencuri perhatian saya. Adalah ukiran coffee cherry alias pohon kopi yang ternyata diukir oleh perajin asli dari Semarang, hmm ada sentuhan local wisdom juga ternyata. Salut.
Starbuck juga menghadirkan konsep you can see the bar yang memungkinkan pelanggan melihat dengan leluasa ke arah bar dimana para barista menyiapkan pesanan. Seru dan asyik kan.
You can see the bar

Pengalaman asyik tidak berhenti sampai di situ. Kami pun diajarkan cara menikmati kopi ala Starbuck atau mereka menyebutnya sebagai Coffee Tasting.

Mba Aisyah, salah satu barista terbaik Starbuck Semarang memeragakan Coffee Tasting
  
Pertama-tama, Smelling. Para penikmat kopi pasti tahu jika masing-masing biji kopi memiliki aroma yang khas. Seberapa kuat aroma biasanya akan berpengaruh pada rasa kopi dan tingkat kenikmatannya. Hhmmm... saat dihirup kopi di gelas saya mengesankan aroma yang cukup kuat dan tajam. Nikmat.
Kedua, Slrupping. Kemudian, cicipi kopi perlahan dengan cara menyesapnya hingga menciptakan bunyi, “Slruuppp..” nikmati saat-saat pertama dimana kopi itu menyentuh indra perasa, lidah.
Ketiga, Describing. Di bagian ini penikmat dapat menjelaskan bagaimana saat kopi memenuhi seluruh mulut. Mendiamkan tanpa terburu-buru menelan. Buat saya yang baru menikmati lagi ngopi setelah hiatus beberapa tahun, kopi ini cukup strong, dominan rasa kuat dan pahit dan sedikit asam di ujungnya.
Keempat, Pairing. Ternyata kopi yang kami nikmati itu bukanlah ‘kopi jomblo’, ada brownies sebagai pasangannya. Rasanya manis sekali. Agak terlalu manis menurut lidah saya. Namun, jadi saling melengkapi jika disajikan sebagai pasangan minum kopi yang tadi. Sama banget sih kayak kamu dan aku, saling mengisi dan melengkapi *kedip-kedip minta disambit :D Mantap!

Anniversary Blend Coffee and Espresso Brownie
 Later, mba Aisyah, sang barista yang memeragakan coffee tasting menjelaskan bahwa Anniversary Blend Coffee dan Espresso Brownie yang kami nikmati tadi adalah menu season ini di Starbuck. Anniversary Blend Coffee sendiri adalah campuran dari kopi Papua dan kopi Sumatera. Menu ini hadir sejak awal September hingga bulan November.

Teavana
 
4 varian Teavana

Selain itu, mulai tanggal 7 September Starbuck Indonesia juga meluncurkan produk teh terbarunya, Teavana. Teavana sendiri memiliki empat varian yaitu Earl Grey, Chai Tea, English Breakfast dan Mint Citrus. Sungguh menyenangkan ketika saya bersama mba Archa Bella dan mas Nuno Orange berkesempatan untuk ikut meracik salah satu menu Teavana, ‘Iced Shaken Green Tea with Aloe Dice and Prickly Pear’. Namanya bikin keseleo lidah ga sih? Hehe. Psstt, itu dilombain lho. Sayangnya sayanya kalah. Tapi gapapa deh, masing-masing kami tetap mendapatkan sekotak teh Teavana dari Starbuck. Saya kebagian yang English Breakfast.

English Breakfast

Aroma teh nya wangi banget. Cocok dinikmati dalam keadaan hangat ataupun dingin. Suka sekaliii. Terima kasih, Starbuck :)

53 comments:

  1. Ternyata menikmati kopi juga ada proses-prosesnya ya, mbak. Kalo saya sih langsung teguk aja. Hehehehe

    ReplyDelete
  2. Ahhhh kopi....aku pecinta kopi yang ga bisa bedain rasa kopi. Di lidah semua terasa enak.
    Sama, mbak. Aku pun insyaallah mulai besok wajib berhenti ngopi. Mari nikmatin hari ini dengan mengopi ria deh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sudah 3 th stop ngopi loh mbak Di. Tapi pas hamil malah pengeen bangeet ngopi. Hehehe

      Delete
  3. Jadi kopi yang nikmat itu kopi yang justru ada pahit dan asam nya di lidah yaa, mba...?

    *sambil menyesap kopi manis plus susu kental manis...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Krimer kental manis apa susu mbak?

      Delete
    2. Selera kali ya.. Bagiku kalau pake gula plus susu n krimer jadi kalah rasa kopinya. Lebih enak yang polosan ^^

      Delete
  4. Biasanya bikin kopi sendiri mbak. Jarang nongki-nongki di cafe. Hehehehehemat

    Kalo bikin ya dari espresso yang sudah jadi, tinggal seduh dan dinikmati. Mau dibikin latte? Tinggal frothing aja susunya terus bikin latte art sama espresso tadi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Jauuuhh lebih hemat kalo bikin sendiri. Cuman kadang cara nyeduh bikin rasa jadi beda. Hehe

      Delete
  5. Jarang ngopi di S'bucks. Menu kopinya nggak ada yang signature. Utamanya sih karena mahal. Hehehe...

    Btw, salam buat baristanya. Manis euy...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Yos pecinta kopi nih.. Tmn2ku yg pecinta kopi juga jarang mau ke sbux dg alasan yg sama :D

      Ga janji bisa nyampein salamnya Bang, kemarin pas mampir kesana mba Aisyah nya ga keliatan :D

      Delete
  6. Wiiih lengkap dengan cara minumnya segala. Sebagai yg Gila kopi, aku ga kepikiran sih dengan langkah2 itu. Langsung minum aja. Tapi ya gaada salahnya ntar tak coba.
    Mba barista nya itu, aduuh banget:3

    ReplyDelete
  7. aku kurang suka kopi, kurang suka kongko di setarbak. huft

    ReplyDelete
  8. Aku kurang suka kopi starbak, lebih suka kopi sasyetan ;p

    ReplyDelete
  9. Aku beberapa kali ikut cupping yang diadakan di sbux. Nambah ilmu sekalian icip icip kopinya... syedeeeep

    ReplyDelete
  10. Wahh berkelas sekali ya kalo ngopi dan makan di Starbuck, saya mah biasanya makan gorengan pinggir jalan dan ngopi sasetan, sesekali patut dicoba main ke Starbuck

    ReplyDelete
  11. pernah nongkrong di starbuck enak sih tempatnya tapi, klo tiap hari di starbuck terus bisa jebol tuh kantong hihi. tp overall enak sih nongkrong di starbuck

    ReplyDelete
  12. Tambah 1 lagi mbak cara minum kopinya, "ditiup" dulu sebelum dislrupping, biar lidah gak mateng hehehe

    ReplyDelete
  13. Tambah 1 lagi mbak cara minum kopinya, "ditiup" dulu sebelum dislrupping, biar lidah gak mateng hehehe

    ReplyDelete
  14. Cocok nih buat aku yang baru belajar minum kopi. Hehehe. Tapi kayanya kurang suka kongko di setarbak. Tos sama ka ben hehehe

    ReplyDelete
  15. Saya bukan penyuka kopi, soalnya punya keluhan di lambung. Jadi kalau ke starbuck, saya akan memilih teh dan cinnamon rolls & choco croissant yang kayaknya yummy bangeet..

    ReplyDelete
  16. Aku ndak diajaaaaaaakkkkkk............hikksssss......

    ReplyDelete
  17. aku pernah sekali nongkrong di starbucks n suka sama rotinya

    ReplyDelete
  18. Mau minum kopi aja kkk ribet banget ya hahaha

    ReplyDelete
  19. aku penasaran sama kopi-kopi nusantara yg ada di starbuck, semacam kopi aceh, kopi toraja aaak pasti beda yaa :)

    ReplyDelete
  20. pembuatan kopi itu prosesnya sangat rumit, dan menikmatinya pula. Makin kesini menikmati kopi bukan hanya sekedar menikmati minuman penghilang kantuk ya, ada seni dan gaya hidup di sana.

    ReplyDelete
  21. Ah, ternyata konsep baru ya yang redup2 dan dapur nya bisa di liat๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ tapi di sini udh dari tahun kmrn kayak gitu. Nyaman, buat ngobrol serius atau santai juga asik. Tapi kalau ke starbuck, aku ga nyobain kopi, karena bukan pecinta kopi. Cukup green tea atau choco aja๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚tapi yg varian teavana itu aku blm pernah liat, mungkin baru kali ya hehe

    ReplyDelete
  22. Saya pun yang notabene penikmat kopi instan sering ngelakuin smelling, slurping, sama pairing itu, mbak.. meskipun bukan ahli kayak mbak-mbak barista, kayaknya kalau ketiga tahap tersebut biasa dilakukan penikmat kopi karena reflek nyium aromanya yang sedap.

    ReplyDelete
  23. Ngomongin soal starbucks, seumur2 aku belum pernah pergi kesana haha

    Dan perihal kopi, lebih sering minum kopi di rumah daripada di luar hehe dan tatacara cara minum kopi yg lengkap, aku malah baru tau.. Biasanya aku cuma dihirup, disesap, lalu diamkan hahaha

    ReplyDelete
  24. Aku ga bisa minum kopi, Mbak. Cium aromanya aja kadang lgsg pusing. Padahal ga darah tinggi juga. Hehe
    Baru sekali ke starbucks belinya jus. Xixi

    ReplyDelete
  25. Aku suka kopi pas di pohon, diemut. Kalau sudah diseduh, nggak deh. Bye2 karena emang nggak suka. Tp teavana boleh lah. Itu kan teh

    ReplyDelete
  26. Saya pernah membaca tentang smelling, slurping, describing, pairing.

    Tapi, astagaaa.. Kok ribet banget yaa saya pikir. Saya memilih langsung tengak aja :-)

    ReplyDelete
  27. Aku suka minum kopi tapi merk tertentu. Apa sudah ketagihan, ya? Karena kalo merk lain rasanya kurang pas.
    Tapi kalo diajak ks sini, mau buanget lah. Pengen belajar menikmati kopi yg sebenar-benarnya

    ReplyDelete
  28. Nggak berani nyoba yang mahal-mahal
    Kalau ada yang bayarin, ayuk

    ReplyDelete
  29. Waaaa, jadi rindu ngopi, udah lama banget nggak nyium aroma kopi yang khas itu. BBtw aku belum pernah loh ngopi Starbucks. Hmmm, habis muahal

    ReplyDelete
  30. english breakfast tea si classic banget mba, gw suka itu dr dl kental pekay tehnya. aku tergolong yg tdk begitu kopi edik, dl punya mag. Blkm ke sbux lg nih, ada kluaran varian teh yg baru y. sbg pilihan sih buat yg ga suka kopi :)

    ReplyDelete
  31. Pernah ke starbucks, selain nyobain kopinya kadang juga nyobain Starbucks chocolate ataupun tehnya dan emang gapernah ngeliat ada tulisan Teavana dan gapernah nyobain dimanapun, jadi tertarik pengen nyobain Teavana-nya. hehe

    ReplyDelete
  32. Ternyata mba florensi adalah seorang penikmat kopi garis keras..

    ReplyDelete
  33. I love coffee, tapi belum pernah mampir Starbuck. Wew, godaan nih postinannya, Mbak. Mungkin kalau udah longgar waktu aku bakalan suka ke sana. Roti²nya menggiurkan buat nongkrong haha!
    TFS..

    ReplyDelete
  34. wiiy keren yah, tapi aku ngiler sama croissantnya... glek.

    da akumah sukanya tetep kopi cap sasetan.. ada sensasi lain gitu.. starbuckmah ga ada kopi cap laut itu hahaha

    ReplyDelete
  35. Damn I love coffee! Kemaren aku abis Cobain Wamena black coffee ☕

    Wah aku baru tau istilah2 coffee tasting itu. Biasanya aku smelling dan minum aja ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  36. Belum pernah nyobain tehnya kalau ke starbuck, kpn2 ah. Btw itu kue2nya emang enak banget, harganya juga bagus hehe

    keluargahamsa(dot)com

    ReplyDelete
  37. kopi favoritnya suami pasti betah banget dia kalo diajak ke starbuck, kalo aku paling ngemil roti-rotiannya aja hhe.. eh jadi pengen icip tehnya juga deh mba :D

    ReplyDelete
  38. Aduh, penyuka kopi & penulis erat kaitan nya


    Ngopi cantik di setarbak bikin imajinasi & inspirasi yaa ? Goodluck mba

    ReplyDelete
  39. waaahhh, enaakk dapet varian teanyaa,
    jd aku masih penasaran, tehnya enak mba?

    ReplyDelete
  40. Saya salah satu fans starbuck loh mba, terutama untuk green tea latte nya hehehehehe.

    Ngomong-ngomong saya saat ini lagi di Semarang, semalam coba nhopi di Spiegel, suka sama suasananya.

    ReplyDelete
  41. Wah, baru tahu ada tatacara menikmati kopi. Hmn, perlu dicoba nih. Asyik banget sih, kak. Sambil ngafe bisa icip-icip plus dapeet ilmu dan bawa pulang Teavana. Aku juga mau. Hihi.

    ReplyDelete
  42. wah coffe tasting sampai semarang juga

    ReplyDelete
  43. kopi seperti bagian hidup yang sulit dipisahkan.

    ReplyDelete
  44. salam kenal mbak...aku juga suka banget kopi mbak

    ReplyDelete
  45. Wah, ini yang di paragon mall ya, mba. udah lama ga ke sana sejak dibuka pertama kali. sekarang udah jarang ke semarang, paling sekali2 aja. hehe. kapan2 main ah ke sana.

    ReplyDelete
  46. Aku kalo nongkrong di starbucks nungguin kakak waiter yang cantik sambil kedip kedipin mata biar diajak cupping hehehe

    ReplyDelete
  47. Cuma bisa lihat fotonya aja, soalnya gak pernah nongkrong di cafe ginian hanya untuk ngopi. Selera kali ya..
    Biasanya cukup kopi lesehan pinggir jalan, ngumpul bareng temen-temen komunitas. Jarang ada yang mau sih kalau diajak ke cafe ternama seperti sturbuck.

    ReplyDelete