Friday, 9 March 2018

Hari Gizi Nasional bersama Nutrisi Untuk Bangsa



Sabtu pagi Surabaya hujan merata. Duh, saya galau berat. Gimana enggak, ada pak tukang yang kudu dimandorin. Om-om berjenggot lagi kerja. Saya ada acara di dekat balai kota. Awalnya mau minta tolong bapak buat mandorin tukang, tapi bapak mendadak ada tamu. Hujan deres pula dari pagi. Asa ga mungkin bapak ke rumah. Minta tolong si Emon dianya nganterin murid-muridnya lomba atletik. Gloomy saturday bangetlah judulnya. Saya memutuskan ga jadi berangkat. Yasudahlah, mau gimana lagi. Tapi ternyata semesta masih berpihak pada saya. Di detik-detik terakhir tiba-tiba bapak muncul.
“Loh katanya ada acara? Kok belum siap? Udah sana siap-siap..”
“Hehe, iya deh jadi kalau gitu...”
Saya pun tersenyum lebar. And the gloomy saturday becoming happy saturday. Wkwkwkwk:D

Nutrisi Terbaik 1000 Hari Pertama Kelahiran
Saya senang banget lho akhirnya bisa hadir di sini. Jarang-jarang weekend saya bisa berfaedah kayak gini. Bangi Kopitiam di daerah Walikota Mustajab, sabtu siang itu bernuansa merah. Karena kami tentunya, para blogger yang diundang hadir di acara Health and Nutrition Discussion bersama Nutrisi Untuk Bangsa. Acara ini digelar untuk memperingati hari gizi nasional tahun 2108.
Mulai tiba, suasana sudah semarak dengan hebohnya pada berfoto di photobooth. Kemudian berkesempatan untuk mengukur berat badan, tinggi badan, cek status gizi sekaligus konsultasi. Dan gratis!
Setelah menikmati makan siang, kami disambut secara resmi oleh bapak Arif Mujahidin selaku perwakilan dari Danone Indonesia. Sekaligus beliau membuka acara talkshow siang itu.


Anak Stunting karena Kurang Nutrisi?
Adalah ibu dr. Nur Aisiyah Widjaja, Divisi Nutrisi dan Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak dari Universitas Airlangga. Beliau memaparkan risiko anak stunting jika tidak mendapatkan kecukupan nutrisi selama 1000 hari pertama kelahirannya. Stunting itu apa sih? Pendek, tidak tumbuh optimal sesuai perkembangannya.
Banyak do and don’t yang selama ini menjadi semacam kepercayaan umum di masyarakat dipatahkan oleh pengetahuan yang beliau sampaikan.
Misalnya kebanyakan kita beranggapan bahwa tinggi badan anak adalah faktor genetik dari orang tuanya, maka anggapan itu keliru. Karena ternyata faktor gen hanya mempengaruhi sebesar 20%. Sisanya? Nutrisi. Perkembangan anak bukan hanya dari tinggi dan berat badan aja lho, ternyata juga perlu dipertimbangkan lingkar kepalaya. Lalu tentang kewajiban anak makan sayur. Untuk anak di bawah usia 2 tahun, nutrisi utama yang mereka butuhkan adalah zat gizi makro berupa lemak, protein dan karbohidrat. Terutama protein hewani ya yang kaya anak zat besi. Sayur dan buah tetap diberikan, hanya sebagai perkenalan saja. Gong banget buat saya adalah tentang pemberian gula dan garam pada menu MPASI (Makanan Pendamping ASI). Selama ini saya anti gulgar garus keras lho. Dan ternyata, eng-ing-eng, silakan diberikan sesuai patokan. Asal tetap pemanis dan perasa alami ya. dan sesuai patokan. Kasianlah, anak dikasih makanan plain, karena ASI pun rasanya gurih. Dan tidak disarankan memberikan menu tunggal pada pemberian MPASI. Alasannya kembali lagi, menu tunggal tidak dapat memenuhi kebutuhan anak zinc, zat besi dan kalsium yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI.   


Mempersiapkan Kehamilan Sehat untuk Buah Hati Sehat
“Jika ingin memiliki anak yang sehat, persiapkan sejak sebelum mengandungnya..” demikian pesan dari ibu bidan Atik Kasiyati, seorang bidan senior dari RSUD Dr Soetomo.
Persiapan fisik, mental dan spiritual. Persiapan fisik bisa dari makanan, juga serangkaian tes pre-marital check up dan imunisasi. Persiapan mental dari support suami, keluarga dan lingkungan. Serta persiapan spiritual, banyak-banyak berdoa kepada Tuhan. Selama masa kehamilan ada 10 T yang harus diperhatikan oleh ibu hamil.
T1:  Timbang berat dan tinggi badan
T2: Tes tekanan darah, untuk mencegah preeklamsia
T3: Tes status gizi. Lingkar lengan atas minimal 23,5 cm
T4: Tinggi fundus uteri
T5: Tentukan presentasi janin dan denyut jantung
T6: Skrining status imunisasi TT
T7: Tablet besi
T8: Tes lab sederhana
T9: Tata laksana kasus, misalnya jika terjadi kasus tertentu segera dirujuk ke bagian ahlinya
T10: Temu wicara dan konseling, karena ibu hamil harus happy.





Cooking Demo: Mempersiapkan Menu Sehat dan Lezat untuk Keluarga
Saat cooking demo, ada 3 menu masakan yang dipersembahkan. Yang pertama adalah Agar-agar Labu Kuning resep dari Ibu Alina. Kemudian ada Ayam Pesto Kelor dan Katuk serta Carrot dessert. Keduanya dioleh dan ditampilkan dengan cantik oleh Chef Rissa dan Chef Revaldi. Thats not only look good, but yummy too. Ada satu tips masak oke dari chef Rissa yang saya catat. Jadi, jika memasak ayam sebaiknya dengan cara slow cook. Masak dengan api kecil dan ditutup. Dengan begitu protein ayam akan tertahan di dalam dan tidak menguap sampai saat kita mengonsumsinya. Well noted, chef!

1 comment:

  1. Semuanya kudu dipersiapkan yaa termasuk kehamilan..

    ReplyDelete