Monday, 27 November 2017

Surabaya Oxytocin Journey bersama Best Bunda




Berdasarkan data International Baby Food Action Network (IBFAN) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke-3 terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding).

Jumlah kelahiran di Indonesia 4,7 juta orang per tahun, jumlah bayi yang memperoleh ASI < dua juta jiwa, 30% ASI sisanya tidak mendapatkan asi eksklusif. Ditambah lagi dengan serangan susu formula dan berbagai dilema pemikiran ajaib seperti susu formula lebih keren, juga pemberian MPASI usia dini dengan pisang, air tajin, dan lain sebagainya. Miris ya?
  
Surabaya Oxytocin Journey
Adalah Best Bunda sebuah komunitas pendukung ASI yang menggagas acara Surabaya Oxytocin Journey. Meski sampai dalam keadaan basah kuyup, beruntung sekali saya berkesempatan hadir di acara ini. Bertempat di Fruts New Cafe di kawasan Ngagel pada tanggal 18 November 2017 kemarin. Bersama dengan Bunda Lic Partic, founder Best Bunda, acara ini diisi dengan edukasi tentang menyusui. Dikemas dengan santai namun bergizi. Best Bunda sengaja memilih venue dengan nuansa piknik agar hormon oksitosin, hormon yang penting dalam memproduksi ASI dapat mengucur deras. 


WHO menganjurkan menyusui adalah selama 2 tahun. Namun, ternyata ada dasar yang jauh lebih tua. Yaitu, dalam Al-Qur’an. Salah satunya surat Al-Baqarah ayat 233. Ketika calon ibu ditanya apakah nanti akan menyusui atau tdak? Semuanya menjawab iya. Atau paling tidak “Kalau bisa sih iya” Sayangnya, pada kenyataannya menyusui tak semudah yang diperkirakan. Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi kesuksesan menyusui.

Niat yang Kuat
“Saya menyusui karena memang sudah seharusnya begitu..”
“Saya menyusui tentu saja karena rasa kasih sayang untuk anak saya..”
“Saya menyusui karena ekonomis. Bayangkan berapa juta yang harus saya keluarkan tiap bulan kalau saya pake susu formula. Iya kan?!”
Jawaban di atas jamak kita temui saat kita bertanya mengapa memilih menyusui.

Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala.”

Nah loh. Pelajaran yang sangat berharga. Betapa mungkin kita lupa, bahwa menyusui hendaklah diniatkan ibadah, bukan sekedar insting. Ini yang membedakan manusia yang menyusui dengan mamalia lain yang juga menyusui. Menyusui dengan niat ibadah. Insya Allah, dengan niat ibadah yang kuat, menyusui akan dilakukan dengan keras kepala.
Dasar yang lebih kuat ada di
-Al Baqarah ayat 233
-Luqman ayat 14
-Ath-Thalaaq ayat 6
Masa penyusuan selama 2 tahun, baik menyusu pada ibu kandung maupun ibu susuan.


Giat Mencari Ilmu
Saat ini, informasi tentang menyusui bisa didapat di mana saja. Dari buku, artikel di internet, seminar-seminar bahkan klinik dan konselor laktasi sudah menjamur di mana-mana. Yang perlu dipastikan adalah sumber informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.
Diantara informasi tersebut  yang paling utama adalah memahami bagaimana ASI berproduksi, agar kita percaya diri. Karena pada umumnya para ibu mengeluh ASInya cuma menetes lalu dianggap tidak mencukupi kebutuhan bayinya.
Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berfungsi memproduksi ASI. Sedangkan oksitosin untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Oksitosin diproduksi ketika ibu rileks dan bahagia. Jadi dua hormon itu harus saling berkolaborasi. Percuma jika ASI diproduksi banyak, tapi ibu dikejar target, stress, tegang dan sejenisnya. Sehingga ASI juga susah keluar.
Ada banyak faktor pendukung agar ibu dapat menyusui. Misalnya lingkungan seperti ayah ASI, nenek ASI, atau orang di sekitar ibu yang mendukung suksesnya ASI sangat berperan.

Memanfaatkan Lokasi Bersalin yang Pro-ASI
Selain harga, kita juga harus memastikan fasilitas bersalin di bidan, klinik, atau rumah sakit yang kita inginkan. Apakah Pro IMD yang benar dan Pro ASI?
Ciri-cirinya adalah bayi dirawat gabung dalam kamar yang sama dengan ibu, IMD dilakukan sampai bayi menemukan sendiri puting ibu (biasanya sampai 1 jam), bayi tidak dimandikan dulu, karena aroma air ketuban mirip ASI sehingga mempermudah bayi menemukan puting ibu.

Pada 72 jam pertama kehidupan bayi, sebenarnya belum membutuhkan asupan apapun kecuali ASI. Tidak apa-apa jika bayi sering menangis. Karena kondisi dunia luar tidak sehangat dalam rahim. Susui dan susui terus.

Kenali tanda cukupnya ASI sehingga kita bisa percaya diri. Bayi umur 1 hari pipis minimal  1 kali. Umur 2 hari minimal 2 kali. 3 hari 3 kalo. Sampai umur 6 hari dan seterusnya sampai 6 bulan minimal 6 kali sehari buang air kecil. Untuk mempermudah memantau memang sebaiknya tidak dipakaikan popok sekali pakai. Pertambahan berat minimal 500 gram per bulan juga menunjukkan cukupnya ASI. Sehingga jika sudah terlihat tanda-tanda itu, tidak perlu melirik susu formula untuk membantu nutrisi bayi.



Mengonsumsi Makanan yang Cukup dan Bergizi
Mengonsumsi cukup makanan bukan berarti harus dalam jumlah yang banyak dan sering ya. Asalkan makanan tersebut cukup untuk memenuhi nutrisi bagi ibu sendiri dan bayinya. Ada banyak makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Misalnya gandum dan nasi merah yang kaya asam folat. Telur dan ikan yang banyak mengandung DHA. Buah dan sayuran yang penuh vitamin dan mineral. Pastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan bebas dari zat berbahaya. Tidak lupa menambah asupan cairan tubuh. Apabila urine ibu menyusui berwarna kuning pekat, artinya asupan cairan perlu ditambah.

Jika dirasa perlu dapat juga menambahkan mengonsumi ASI Booster Tea. ASI Booster Tea adalah minuman yang tidak pahit yang bisa dicampur dengan madu, gula dan susu. Meskipun namanya tea, ASI Booster Tea tidak mengandung kafein lho jadi tentu dapat dijadikan sebagai pengganti tea time. ASI Booster Tea diproduksi dengan bahan alami yaitu habbatusauda yang dipercaya sebagai penambah ASI dan obat segala penyakit. Fenugreek, fennel, anise, alpinia powder dan moringa. Aman dikonsumsi ibu menyusui.



Jadi sudah yakin untuk menyusui? Yakinlah, karena menyusui adalah hak setiap ibu! Selamat menyusui bunda^^

3 comments:

  1. Info yg bagus untuk ibu2 yg sedang ati akan menyusui, terima kasih.

    ReplyDelete
  2. semoga nanti bisa menyusui full asi, aamiin

    ReplyDelete
  3. Iya nanti anakku dah lahir InsyaAlloh full ASI 😊

    ReplyDelete