Akhirnya Vaksin Juga!

Vaksin

Hampir 2 tahun sudah kita berjibaku berjuang bertahan hidup di tengah pandemi Covid19. Banyak hal yang terjadi. Aktivitas sosial dibatasi. Sekolah dari rumah, ibadah dari rumah, bekerja dari rumah bukan menjadi hal yang aneh lagi saat ini. Sebagian dari kita mungkin merasakan rasanya dirumahkan dari pekerjaan atau bahkan menjadi korban lay off. Sebagian yang lain harus kehilangan keluarga dan sahabat tercinta. Pandemi ini sungguh merenggut banyak hal yang kita miliki.

Sejak awal tahun 2021 pemerintah sudah mewacanakan pemberian vaksin untuk golongan masyarakat yang berisiko tinggi demi mempercepat proses herd immunity agar pandemi dapat segera teratasi. Meski sempat ada pro dan kontra namun proses vaksin berlangsung dengan cukup sigap. Di komplek saya yang notabene penghuninya mayoritas adalah lansia sudah hampir seluruhnya divaksin. Setiap hari ada saja pemanggilan jadwal vaksin dari pengurus RT dan RW kepada warga melalui grup whatsapp. Dan bersyukur sekali para warga menyambutnya dengan sukacita dan minim drama.

****

“Mas, di kantorku mau ada vaksin nih. Ikut nggak ya?” tanya saya pada suami. Kebetulan beliau sudah termasuk karyawan yang mendapatkan vaksin Sinovac tahap pertama dari kantornya.

“Aku takut efeknya deh” lanjut saya.

“Bismillah aja, niatkan buat membantu pemerintah menyelesaikan pandemi. Lagian kan kemarin pas general check up hasilnya bagus. Bismillah, nggak akan kenapa-kenapa” Jawabnya menenangkan.

Memang sih waktu dia divaksin tidak ada efek yang berarti. Cuma berasa ngantuk dan gampang lapar aja. Tapi kan vaksin yang bakal disuntikkan ke saya beda, Astrazeneca. Sedangkan teman lain yang udah divaksin pakai vaksin yang sama efeknya lumayan wow. Hasil browsing-browsing dari internet juga efeknya macam-macam tiap orang. *Ah, daku makin deg-degan🥶

Untuk proses pendaftarannya sendiri sedikit berbelit. Karena sebenarnya saya bukan termasuk kategori penerima vaksin di awal. Beruntung sekali akhirnya ada slot vaksin yang bisa kami pakai fasilitas dari holding. Jadwalnya pun sempat bergeser. Alhasil saya divaksin satu hari lebih lambat dari teman kantor yang lain karena saat jadwal vaksin saya sedang dapat jatah WFH.

Untuk kelengkapan vaksin ada beberapa dokumen dan blangko yang perlu diisi, yaitu Memo Vaksin yang berisi data diri dan keterangan jenis vaksin, dokumen skrining vaksin yang isinya daftar pertanyaan terkait kondisi  kesehatan calon penerima vaksin n satu lembar informed consent vaksin yang isinya kesediaan menerima jika terjadi kondisi KIPI dan penanganannya. Selain itu dilengkapi dengan fotocopy KTP 1 lembar.

Tanggal 29 Maret 2021 akhirnya saya mendapat jadwal untuk vaksin. Kami datang ke lokasi vaksin di ACC di kampus C pukul 10.00 pagi. Hamdallah kondisinya sangat tertib dan sepi. Kami datang berempat. Langsung menuju lokat pendaftaran dan pemeriksaan kelengkapan dokumen. Setelah itu ada 3 meja lagi yang kami lalui. Dari meja pendataan, skrining tensi dan pengumpulan dokumen. Di meja ke 4 kami akhirnya divaksin. Saya yang berhijab tidak perlu khawatir auratnya terbuka. Vaksinatornya perempuan dan kami divaksin di dalam bilik. Aman deh. Mbak-mbak vaksinatornya juga baik banget. Saya diajak ngobrol kesana kemari untuk menghilangkan nervous. Enggak sampai 3 menit proses penyuntikan berakhir. Ada pesan untuk siap parcet just in case nanti ada KIPI. 

Sambil menunggu sertifikat vaksin, kami diminta duduk selama 30 menit di tempat yang disediakan. Jangan khawatir, prokes ketat tetap jalan juga. 

Setelah 30 menit dan sertifikat jadi, kami diperbolehkan kembali ke kantor. 

Sampai di kantor, teman-teman yang vaksin kemarin pada KIPI. Ada yang demam sampe mukanya merah banget. Padahal ga sampe 38 dercel sih. Tapi ada yang cuma berasa pegal-pegal aja. 

Saya cuman ngegodain sedikit aja, eh pada sewot. 

"Ga usah godain mbak, rasain aja besuk gimana.. " 😵🤓

****

Emang ya kesombongan ditegur tunai sama Allah. Sore harinya saya langsung merasa demam. Bukan demam tinggi tapi lumayan bikin nggak nyaman. Keluhan lainnya badan pegal-pegal kayak habis olahraga berat, dan lengan bekas suntikan yang sakit banget. Hari kedua kondisi masih belum membaik, malamnya malah sempat muntah. Padahal besuk sore harus ke luar kota datang ke akad nikah saudara. Dalam kondisi yang masih belum terlalu fit, saya berangkat. Sayang baju seragam yang udah terlanjur dibeli dong😂🤣

Untungnya sampai lokasi dan menginap semalam kondisi membaik. Hari ke 4 setelah vaksin kondisi saya sudah benar-benar pulih. Alhamdulillah. 

Tinggal tunggu dosis kedua nanti tanggal 29 Mei 2021.

Semoga kita sehat-sehat semua ya. 

No comments

Post a Comment