Kelas Investarian 4: Mengenal Reksa Dana Saham



Sudah sekitar 4 bulan ke belakang ini saya ikutan kelas investasi. Bukan sembarang kelas investasi, karena kelas ini mengupas tuntas tentang reksa dana. Macam investasi yang selama ini masih kurang diminati oleh kalangan luas. Bukan karena tidak menguntungkan. Tapi karena masih belum meluasnya informasi terkait investasi yang satu ini. 

Banyak yang menyampaikan bahwa investasi reksa dana cocok untuk para investor pemula yang masih ragu dan merasa kurang percaya diri untuk berinvestasi. Reksa dana ada 4 macam. Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran.

Jika di kelas yang lalu kami sudah mempelajari tentang reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, maka pertemuan terakhir lalu kami akan membahas tentang reksa dana saham.

Apa itu Saham 

Sebagaimana pasar, pasar modal juga adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran. Jika pada pasar pada umumnya ada bermacam-macam barang/komoditas yang diperjual belikan, maka pada pasar modal secama garis besar komoditas yang diperjual belikan adalah obligasi/bonds dan saham/stocks.

Obligasi dan saham punya perbedaan yang sangat signifikan.

Obligasi adalah surat utang. Jika kalian memegang surat obligasi dari suatu perusahaan, maka kalian adalah pemberi utang/kreditur dari perusahaan tersebut. Selain berhak atas pengembalian uang yang kalian pinjamkan pada perusahaan, tiap bulan kalian juga berhak atas pembayaran bunga/bagi hasil dari jasa atas peminjaman dana yang kalian lakukan. Jika perusahaan bangkrut/pailit kalian akan menjadi yang diprioritaskan untuk dikembalikan haknya. Namun, kalian tidak memiliki kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Sedangkan, saham adalah surat kepemilikan perusahaan. Jika kalian memiliki sahamsebuah perusahaan, kalian adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Kalian berhak atas keputusan-keputusan yang dibuat oleh perusahaan tersebut berdasarkan proporsi  jumlah saham yang kalian punya. Tiap bulan kalian tidak berhak atas bunga/bagi hasil dari uang yang kalian tanamkan tapi kalian berhak menerima deviden saat perusahaan membagi laba ditahannya.

Apa itu Reksa Dana Saham

Sebagaimana yang pernah kita singgung di pertemuan sebelumnya, reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang portofolionya terdiri dari saham. Secara umum reksa dana ini cocok jika kita hendak berinvestasi jangka panjang/lebih dari 7 tahun. Hal ini terkait dengan sifat reksa dana saham yang nilai fluktuasinya jauh lebih agresif dari pada kedua jenis reksa dana lainnya. Namun juga sebanding dengan return yang akan didapatkan. 

Ingat kan prinsip dasar investasi?
"High risk high return, low risk low return, no risk no return"

Orang jamak beranggapan jika investasi reksa dana saham lebih mudah dan murah dibandingkan dengan investasi saham secara langsung. Jika bicara tentang mudah memang lebih mudah. Karena cukup menyetorkan sejumlah uang pada rekening manajer investasi, maka MI yang akan membelanjakan sejulah uang tersebut. Berbeda jika investor ingin langsung berinvestasi pada saham maka perlu waktu setidaknya untuk membaca data dan mempelajari laporan keuangan emiten yang akan dibeli. 

Namun jika bicara return yang mungkin didapat, investasi ke saham langsung tentu jauh lebih menguntungkan. Dengan portofolio yang sama gap return nya lumayan besar. 

Strategi Switching Jenis Reksa Dana

Jika diulik lebih jauh, setiap investasi punya strategi masing-masing. Salah satu strategi untuk mengelola investasi reksa dana adalah dengan teknik switching. 

Pertama, Tahap Akumulasi.
Jika dana belum akan dipakai maka fluktuasi agresif tidak masalah asal pertumbuhan dapat terus terpacu. Jadi saat dana belum akan terpakai maka reksa dana saham adalah pilihan yang cocok. 
Kedua, Tahap Preservasi.
Jika saat realisasi makin dekat, fluktuasi mulai perlu ditekan. Walaupun akibatnya laju pertumbuhan tidak bisa sekencang di tahap sebelumnya.
Dalam masa ini, reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran adalah pilihan paling bijak.
Ketiga, Tahap Realisasi
Saat masa realisasi sudah di depan mata, fluktuasi perlu makin ditekan. Laju pertumbuhan juga akan semakin lambat. Namun return juga relatif lebih stabil. 
Dalam tahap ini investor sebaiknya segera melakukan switching reksa dana pada reksa dana pasar uang.

Ada banyak hal yang saya pelajari dari kurang lebih 4 bulan ikut kelas investasi ini. Salah satunya adalah bahwa setiap orang siapapun dia, investasi perlu dilakukan. Investasi adalah bagian dari proteksi diri atas apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Selama sistem mata uang di negara kita masih seperti sekarang, maka inflasi akan terus terjadi. Maka itulah investasi menjadi penting. Namun investasi tentu tidak akan menggantikan fungsi saving, asuransi dan hedging. Idealnya kita punya semuanya. 

Berat? sama, saya juga. Tak apalah. Sedikit-sedikit kita mulai belajar supaya tidak meninggalkan warisan kesulitan pada anak cucu dan tidak menjadikan mereka sandwich generation di masa mendatang. Akur?



You May Also Like

2 Comments

  1. So happy banget deh bisa ikutan kelas investasi dari MAMI, awalnya saya ikut dengan aras-arasan, eh siapa sangka, setelah selesai 4 kali pertemuan, banyak ilmu yang saya dapatkan.
    Salah satunya membedakan obligasi dan saham, saya baru ngerti bener setelah dijelasin pas kopdar ke 4 itu hahahaha

    Parah ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak kok mbak Rey. Aku juga bakalan kayak gtu klo disuruh belajar struktur beton������

      Delete