Back to Work

from pixabay
Setelah hampir 4 tahun saya tidak bekerja, akhirnya setelah lebaran tahun 2018 ini saya balik lagi menjadi kakak-kakak kantoran. 

(((kakak-kakak)))
Iya dong ah, kan forever 22! *teteupp... haluuu:D

Gimana rasanya setelah very long-long-long holiday terus back to work? Jujur ya, seminggu pertama Im extremely totally excited and happy! Jika ada perempuan di luar sana yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, maka ternyata ada pula yang memang deep down inside sebenarnya pengen bekerja. Dan sepertinya sih saya termasuk yang golongan kedua *salim sungkem ke mas suamik:*

Seminggu berikutnya, saya mulai kelabakan. Hahaha. 
Dulu saat masih single, saya bertanggung jawab pada diri sendiri. Sekarang, dengan adanya suami, saya harus memastikan kebutuhannya tidak terlalaikan dengan saya bekerja. Jadi yah, waktu 24 jam terasa kurang. Selalu ngerasa capek. Ya gimana enggak. Pulang kerja menjelang isya. Mandi, makan lalu beranjak ke pasar untuk belanja stok perbekalan. Sampai rumah sudah jam 21.30. Lalu menyiapkan untuk sarapan dan bekal besuk pagi buat kami berdua. 

Alhasil seminggu kemudian saya drop. Demam dan diare. Gejala kecapekan. Hehehe.

Sekarang sih udah lumayan bisa ngatur waktu. Enggak terlalu saklek harus makan makanan rumah. Kalau capek ya enggak apa makan di luar. Asal dengan sayur segabruk. Pun rumah enggak harus selalu kinclong all the time. Setrikaan seminggu sekali and so on. Yang jelas sebulan pertama adaptasi telah terlewati. Dan ajaibnya saya jadi lebih menghargai waktu. Enggak asal leha-leha kalau lagi luang. Karena eh karena, tanggungan banyak cyynn... Wakakakka:D

Overall, apapun pilihan yang kita pilih, bahagialah dengan pilihan itu. Menjadi ibu atau istri bekerja maupun stay at home wife/mom sama saja. Sama-sama memiliki banyak tanggung jawab dan perjuangan. Tidak ada yang lebih baik dari yang lain. Tidak perlu saling merendahkan. Still, be happy and fight your own battle!

Akur?  

You May Also Like

4 Comments

  1. Semangaaatttt gaweeeee tsaayyy..

    Btw setuju banget, apapun pilihan kita, mau jadi emak RT atau emak gawe.
    Berbahagialah dengan pilihan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eiiyyymmm.. Thankyuuu mbak Rey😘😘😘

      Delete
  2. Setiap orang pasti punya pilihannya masing-masing ya, Mbak. Duh, aku kok jadi pengen kerja lagi ya di pabrik. Rasanya kangen tiap bulan ada transferan uang gitu. Hehehehe.

    ReplyDelete