Wednesday, 23 August 2017

Tokoh yang Paling Kusuka di Serial Sherlock Holmes



http://www.bakerstreetjournal.com/bohemiansouls.html

Beberapa saat yang lalu teman-teman dari komunitas bloger Gandjel Rel mengadakan arisan link yang temanya tentang buku favorit yang menginspirasi. Walaupun ga ikutan arisan, saya juga mau ah posting tentang buku yang saya suka.

Jadi, saya memang hobi baca buku sejak kecil. Terutama buku yang ada ceritanya. Terutama lagi novel. Sayangnya, kesukaan saya membaca novel kurang mendapat dukungan dari ayah ibu. Beliau berpikir kalau saya kebanyakan baca novel jadi lupa belajar. Padahal bener sih, haha. Soalnya kalau sudah pegang novel, sebelum novel itu habis dibaca saya akan ketagihan terus. Sambil makan, mau tidur bahkan ke kamar mandi pun dibawa. Jadi tahu kan alasan kenapa minus kacamata saya tebel. Alhasil ayah ibu ga pernah kasih saya uang kalau bilang mau buat beli novel. Solusinya? Ngerental!
Jaman saya SMP dulu, di dekat sekolah ada tempat persewaan buku yang sangat hits. Teman-teman sekelas hampir semua jadi member di sana. Kebanyakan mereka pinjam komik atau goosebumps. Di rental buku itulah perkenalan saya dengan novel yang ternyata akan menjadi novel favorite sepanjang masa yaitu serial detektif karangan Sir Arthur Conan Doyle: Sherlock Holmes.

Novel ini menceritakan petualangan detektif swasta yang pinternya amit-amit bernama Sherlock Holmes dan sahabatnya seorang dokter pensiunan tentara, dr Watson. Mereka tinggal di sebuah rumah sewaan di kota London, Baker Street 221B. Berdua mereka saling menolong untuk memecahkan kasus. Yah walaupun yang lebih banyak berperan Holmes tentu saja. Kasus yang paling saya suka adalah kisah tentang seorang perempuan bernama Irene Adler. Jadi dalam setiap serialnya, diceritakan bahwa Holmes tidak pernah menaruh perhatian khusus pada wanita. Bahkan saya kadang menangkap kesan bahwa wanita bagi Holmes bukanlah sosok yang perlu dikhawatirkan, karena maaf, kurang cerdas. Sampai dia bertemu dengan Irene Adler.

Sosok Irene Adler sendiri muncul di kasus Bohemian Scandal. Suatu hari Holmes didatangi seseorang yang mengaku bangsawan dari Bohemia. Demi kerahasiaan identitas sang bangsawan yang mengaku sebagai utusan raja Bohemia itu mengenakan topeng. Berkat kejelian Holmes dalam mengamati objek, dia langsung tahu bahwa yang menemuinya tidak lain adalah sang raja sendiri. Akhirnya sang raja jujur mengakui jati dirinya yang sebenarnya dan mengungkap alasan mengapa ia membutuhkan jasa Holmes.

Dalam waktu dekat sang raja akan menikah. Masalahnya, di masa lalu raja memiliki hubungan terlarang dengan seorang seniman teater bernama Irene Adler. Adler menyimpan surat-surat pribadi mereka juga foto pribadi yang menurut sang raja bisa mengancam keberlangsungan pernikahannya. Sang raja bermaksud meminta surat dan foto tersebut untuk dimusnahkan, namun Adler menolak. Pun dengan bujukan sejumlah uang bahkan ancaman pembunuhan. Adler bahkan sempat mengancam balik akan mengirimkan foto dan surat pribadi mereka kepada calon ratu jika sang raja tetap mengusiknya. Diketahui bahwa beberapa bulan terakhir Adler tinggal di London dan raja kemudian ingin Holmes mengambil foto dan surat tersebut untuknya. Holmes bersedia dan segera melakukan penyamaran. Di tengah penyamaran Holmes mengetahui bahwa Adler telah menikah dengan seorang pengacara. Tanpa diduga Holmes, Adler menyadari penyamaran Holmes dan diam-diam meninggalkan London dan meninggalkan surat yang ditujukan untuk Holmes. Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa Adler menyimpan foto dan surat pribadinya bersama raja untuk jaminan keamanannya. Holmes begitu terpesona akan kemampuan Adler mengenali penyamarannya. Atas saran dari Holmes akhirnya sang raja melepaskan Adler. Dan Holmes hanya meminta imbalan foto Adler untuk disimpannya.
  
Berbeda dengan versi film, di novel ketertarikan Holmes pada Adler bukanlah ketertarikan secara perasaan. Namun semacam kekaguman dan rasa hormat atas kecerdasannya yang tidak biasa diberikan Holmes pada seorang wanita. Beberapa kali dalam kisah lain Holmes menyinggung Adler sampai dr Watson menggodanya. Namun kembali lagi Holmes menegaskan bahwa ketertarikannya sebatas rasa kagum. 

Bohemian Scandal ini banyak mengubah pandangan saya tentang sosok Sherlock Holmes. Ternyata seorang Sherlock Holmes yang begitu arogan dan mengunggulkan kemampuan dirinya *ya emang dia pinter dan bisa diandalkan sih, bisa dikalahkan oleh seorang wanita. Saya juga menangkap pesan bahwa Holmes cukup dibuat shock oleh kecerdasan dan kecakapan seorang wanita. Rasanya saya pengen ngomong gini ke Holmes,"Tuh kan, emang enak dikibulin cewek. Makanya jangan suka ngeremehin perempuan!" Hahaha. 

Kalau gini kan jadi ingat kata pepatah, never judge a book by its cover. Iya kan ya?! Iyain ajalah, biar cepet.





2 comments:

  1. Haha ternyata pernah dikalahkan juga yaa om sherlock..

    ReplyDelete
  2. Ini detektif paporit akoohhh
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete