Wednesday, 27 April 2016

Djajanti House, Penginapan Rasa Jawa Kontemporer

Djajanti House
Namanya Djajanti House. Sebuah penginapan yang bergaya Jawa kontemporer di sisi barat kota Semarang. Amboi, penginapan ini unik sekali. Reaksi itu tidaklah berlebihan kurasa. Betapa tidak, begitu menginjakkan kaki di tangga lobby penginapan ini ingatan saya langsung mengembara pada rumah eyang putri di masa lalu. Mata pun dimanjakan dengan banyaknya pajangan-pajangan jadul yang bertebaran rapi di berbagai sisi. Namun sejurus kemudian saya menyesal. Kenapa saya ga bawa kamera bagus! 

Sebenarnya lokasi yang disebut sebagai lobby ini adalah sebuah meja resepsionis dengan dua kursi tunggu. Menjadi satu bagian dengan beberapa stel kursi duduk. Ukurannya tidak terlalu luas. Namun jangan salah, justru bangunan berbentuk joglo ini nampak begitu memikat. Bahkan, bangunan ini pun memanfaatkan barang bekas sebagai ornamen di beberapa sudut ruangan. Tentu saja itu sangat unik sekaligus lucu!


meja resepsionis


ruang duduk

perhatikan botol bekas yang ditanam di tembok belakang ayunan ini
partisi pun dari botol bekas
pajangan di ruang duduk
Mesin jahit di ruang duduk

Ruang makan
Rumah penginapan ini tidak menyediakan banyak kamar. Hanya 8 kamar yang terbagi pada 2 bangunan. Bangunan di bawah ada dua kamar, sepertinya dengan tipe yang lebih besar. Kamar yang kami tempati ada di bangunan atas yang berlantai 3. Lantai satu dan dua untuk kamar dan lantai tiga untuk perpustakaan.

Bangunan atas
Lagi-lagi, saya terpukau dengan kamar di Dajajanti House ini. Selain double bed ternyata ada single bed lagi di lantai atas. Jadi kamar ini seolah-olah punya dua lantai. Asik sekali tidur di atas, serasa tidur di bawah atap, hehehe. Suasana jawa retro juga masih kental terasa di kamar ini. Favorit saya adalah setelan tempat minum yang disediakan, sooo love it! Kamar mandinya pun bagus, ada shower yang semi terbuka. Fasilitas air panas, handuk badan dan peralatan mandi tersedia. Sayangnya, di kamar saya tidak ada tissue :(  



Kamar di Djajanti House ditawarkan mulai dengan IDR 300.000, sedikit lebih mahal daripada yang tertera di websitenya. Harga tersebut sudah termasuk sarapan berupa nasi goreng, telor ceplok/dadar dan buah. Djajanti House tidak menyediakan restoran, tapi bisa pesan makanan dari beberapa resto yang bekerja sama.


Hal lain yang ditawarkan oleh penginapan ini adalah perpustakaan. Meski kami tidak sempat untuk menikmati ruang perpustakaan di lantai 3, kami cukup puas dengan beragamnya koleksi buku di rak yang terletak di ruang duduk maupun di dekat tangga. Novel karya Pramoedya Ananta Toer sampai buku teologi buatan Karen Amstrong pun ada! Saya sungguh ingin berkenalan dengan pemilik rumah penginapan ini. Sayang sekali, saat itu menurut penjaga penginapan sang pemilik baru saja keluar.

Jika menginap di rumah penginapan ini jangan harap pelayanan prima ala hospitality hotel berbintang ya. Kalian akan kecewa. Yang akan kalian temukan disini adalah keramahan khas kampung pedesaan di Jawa, dengan pak Pur dan mbak Dwi, putrinya yang membantu para tamu dengan baik. Selayaknya pada keluarga atau tetangga. Tak ayal, dengan suasana khas demikian penginapan ini disukai para wisatawan mancanegara. Selama di sana kami bertemu dengan beberapa orang mas dan mbak bule. Bahkan salah satu mas bule menyapa ramah ketika berpapasan dengan saya :D
Jangan lupa pula siapkan persediaan uang cash yang cukup untuk berjaga-jaga ketika hendak check-out. Mengantisipasi ketika mbak Dwi tidak ditempat, karena pak Pur belum terbiasa dengan pembayaran menggunakan kartu.

Apabila teman-teman hendak berkunjung ke Semarang dan ingin menikmati penginapan yang unik dan berbeda, saya turut merekomendasikan penginapan ini. Dengan budget terbatas, namun tetap berkualitas!

Lokasi penginapan ada di Jalan Semeru Raya no 4b. Sebelahan dengan kampus Akademi Kepolisian.
Untuk info lebih lanjut sila menuju ke website http://djajantihouse.blogspot.co.id/





















0 komentar:

Post a Comment